Gunung Sinabung yang meletus di Medan setidaknya memberikan banyak pelajaran khusunya bagi pemerintah Indonesia pada bidang manajemen kesiapan warga dalam menghadapi bencana alam dan kesiapan untuk memberikan bantuan yang memadai secara cepat.
Realitas yang terjadi di Gunung Sinabung mengenai minimnya informasi untuk melakukan pengungsian yang tersebar di masyarakat menunjukkan bahwa penyebaran informasi yang terjadi di daerah tersebut masih buruk. Bukan hanya di daerah itu saja, namun bisa dikatakan hampir di keseluruhan daerah yang seringkali mengalami bencana. Ketersidaan sarana dan prasarana untuk melakukan hal tersebut nampaknya masih sangat minim.
Selain itu, realitas di Gunung Sinabung juga menunjukkan bahwa harga-harga kebutuhan pokok begitu menjulang di daerah pengungsian. Selain itu, ketersediaan sembako pun ditengarai hanya mampu untuk dua hari ke depan seperti yang dilansir oleh situs kompas.com. Hal ini setidaknya menunjukkan bahwa ketersediaan logistik untuk menangani pengungsian yang diakibatkan oleh bencana alam belum sepenuhnya siap.
Daerah pengungsian pun juga menjadi faktor masalah. Dengan banyaknya pengungsi dan tempat yang tidak cukup besar, maka timbullah insiden desak-desakkan di tempat pengungsian seperti yang dilansir oleh situs kompas.com dan juga kejadian demonstrasi yang meminta dapur umum untuk segera dibangun di tempat pengungsian. Keadaan tempat pengungsian nampaknya tidak cukup untuk membuat pengungsi merasa nyaman.
Setidaknya hal-hal di atas menunjukkan bahwa kesiapan pemerintah Indonesia dan juga pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam masih sangat kurang.
Masalah nyawa
Entah apapun alasan yang diberikan oleh pemerintah dalam masalah ini, nampaknya tidak cukup mampu untuk diterima mengingat hal ini sangat berhubugan dengan nyawa manusia, nyawa penduduk Indonesia yang seharusnya diayomi dengan baik oleh pemerintah Indonesia.
Jika saja informasi mengenai pengugngsian tidak tersebar dengan baik dan kemudian ada warga yang masih tertinggal, apakah pemerintah mau bertanggung jawab? Akankah kesalahan ditumpahkan kepada orang tersebut karena tidak bisa melihat tanda-tanda alam?
Di daerah manapun, apalagi untuk daerah-daerah yang masih berupa desa dimana jarak antarrumah penduduk masih berjauhan, diperlukan adanya alat dengan suara keras yang dapat digunakan untuk mengingatkan penduduk di daerah tersebut untuk segera melakukan pengungsian. Tidak bisa jika yang diharapkan hanya secara oral berharap setiap mulut manusia disana segera menyampaikannya dengan cepat.
Selanjutnya, dengan kondisi mengungsi yang bisa dipastikan tidak membawa perbekalan apapun, sudah seyogyanya pula pemerintah Indonesia untuk mengakomodasi mereka dengan keadaan tempat pengungsian yang baik dan juga dengan pemenuhan kebutuhan hidup mereka untuk beberapa hari ke depan. Apakah pemerintah mau meihat mereka hanya makan seadanya atau lebih parah lagi melihat mereka semua kelaparan dalam tenda-tenda pengungsian? Ini menyangkut bagaimana seharusnya pemerintah Indonesia bersikap, yakni dengan melihat setiap nyawa dari penduduk Indonesia yang sedang terkena musibah itu sebagai sesuatu yang sangat berharga yang harus dijaga, bukannya diabaikan begitu saja.
Oleh karena itu logstik dan kesiapan tempat pengungsian harus bisa mendapat prioritas ketika gelombang pengungsi sudah datang ke tempat pengungsian tersebut. Jika para ahli sudah memprediksi akan datangnya bencana dan kemudian pemerintah daerah sudah memerintahkan untuk melakukan pengungsian, maka sudah seyogyanya kesiapan tempat pengungsian itu dijaga. Logistik pun harus segera disiapkan agar jangan sampai juga terjadi kekurangan pangan.
Dalam proses menuju tempat pengungsian pun, warga tidak bisa dibiarkan berjalan sendirian tanpa arah. Kemungkinan mereka untuk mendapatkan musibah sampingan disamping musibah akibat bencana alam sangat besar karena pada saat yang sama warga lainnya juga melakukan hal yang sama untuk menyelematkan diri. Hal ini juga ditambah dengan rasa kepanikan yang dialami oleh warga.
Oleh karena itu, perlindungan harus diberikan kepada warga dalam melakukan pengungsian sehingga tidak ada kejadian yang mengakibatkan warga malah mendapatkan musibah ketika mengungsi. Sangat disayangkan jika memang harus terjadi kecelakaan dalam proses pengungsian karena hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mengatur warga dan menjamin keamanan mereka dalam melakukan pengungsian.
Pemetaan dan sosialisasi
Selain hal-hal di atas, yang sekiranya perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia ke depannya adalah melakukan pemetaan terhadap lokasi yang berpotensi terkena bencana alam.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia dilewati oleh jalur gunung berapi dan pertemuan lempengan-lempengan yang membuat Indonesia sangat rentan terkena bencana alam. Oleh karena itu, pemetaan menjadi hal yang sangat penting. Hal ini sangat berguna untuk menyiapkan daerah tersebut dengan beberapa persiapan awal serta menyiapkan loasi-lokasi strategis yang sekiranya dapat digunakan ketika bencana alam itu terjadi dan juga mempersiapkan beberapa logistik yang sekiranya diperlukan disana. Hal ini berarti sebagai upaya awal untuk mendukung manajemen bencana alam.
Selain itu, yang diperlukan adalah melalui upaya sosialisasi dan simulasi terhadap warga yang berada di daerah tersebut. Warga harus sudah dibiasakan untuk menghadapi bencana alam tersebut sehingga ketika terjadi bencana alam yang sesungguhnya warga disana sudah tidak lagi terlalu panik dan proses pengungsian dapat berjalan dengan tenang dan lancar.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan sarana dan prasarana dalam manajemen bencana alam tersebut. Diperlukan adanya alat yang dapat memberikan peringatan secara menyeluruh kepada warga sekitar dan juga perawatan aat tersebut harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai pada hari kejadian bencana alam yang sesungguhnya alat tersebut rusak dan akhirnya tidak dapat dipakai.
Manajemen bencana alam ini adalah hal yang sangat mendesak bagi Indonesia mengingat Indonesia seringkali mengalami bencana alam. Tanpa adanya upaya yang maksimal dari pemerintah Indonesia untuk melakukan hal ini, berarti mereka sama saja tidak menghargai nyawa penduduk Indonesia sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar